Langsung ke konten utama

Postingan

RELA MENJADI MISKIN

Kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.(2 Korintus 8;9) Banyak orang tertarik membaca ayat ini adalah bagian "supaya kita menjadi kaya". Sehingga refleksinya adalah kapan saya mendapatkan janji tersebut atau dengan kalimat lain "Apa yang saya dapatkan?". Karena ayat ini menjanjikan kekayaan. maka ukuran berkat Tuhan dalam kehidupan seseorang adalah kekayaannya semakin berlimpah. Sejujurnya bukankah penafsiran ini sering diperdengarkan di berbagai mimbar gereja, lazimnya di gereja2 yang menekankan teologi sukses?. Hermeneutika yg tdk fair dan cenderung menyesatkan. Kalau melihat konteksnya, ayat ini sedang mengajarkan tentang pemberian. Jemaat di Yerusalem sedang mengalami kesulitan dan Paulus menggerakan jemaat di Korintus untuk mendukung kebutuhan jemaat di Yerusalem. Kalau demikian membaca ayat ini seharusnya membawa ke...

Hanya Tuhan Yang Layak

BerTuhan soal kerendahan hati Di penuhi segala pujian Di penuhi segala hormat Kau saja yang layak Kau saja yang suci Kau layak terima hormat Kau layak terima pujian Minggu pagi mendengarkan lagu ini mendapatkan banyak pesan profetik khususnya terhadap kondisi saya maupun secara umum Lagu ini sebuah ungkapan kerendahan hati seseorang yang mengakui bahwa hanya Tuhan saja yang layak di sembah, hanya Tuhan saja yang kita anggap suci Lewat perenungan atas lagu ini Tidak sepantasnya kita menghakimi saudara kita Tidak sepantasnya kita merasa paling suci, paling layak, paling benar Tidak sepantasnya kita mengkafir-kafir kan saudara kita Tidak sepantasnya kita mengklaim bhw keyakinan yang paling benar Tidak sepantasnya kita pergi ke surga namun jalan surga kita membunuh sesama Kau saja yang layak Tuhan Kau saja yang suci Tuhan BerTuhan adalah sikap kerendahan hati mengakui bhw kita sebenernya tidak layak dihadapan sang pencipta namun kita di layakkan oleh sang pencipta.

Beban Berat

"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu"Mat 11:28 Sampai kapan kita mampu menyimpan sampah-2 di rumah kita? Tahankah kita dgn baunya yg sangat menyengat dan blm lagi kuman-2 yg dihasilkan bila kita terlalu lama menyimpannya? Ya, bila kita ingin hidup sehat, maka kita hrs membuang secepatnya membuang sampah pada tempatnya. Bila tdk maka akan meracuni kesehatan kita bahkan seluruh anggota keluarga. Demikian pula dgn kehidupan. Kita hrs secepatnya membuang sampah-2 yg membebani kehidupan kita. Membuang semua rasa kuatir, marah, takut, kecewa, sedih, dan rasa-2 yg membuat kita tdk damai sejahtera. Bila kita tdk membuangnya, maka akan membusuk dan lama-2 menjadi akar pahit yg mampu meracuni seluruh kehidupan jasmani dan rohani kita. Buanglah sampah kehidupan pada tempat yg tepat yaitu Yesus. Tdk perlu ragu utk datang kepadanya. Tdk perlu kuatir bila Allah tdk mau mendengarkan kita. Antara kita dgn Yesus han...

Dimanakah Kasih Itu ?

Mari kita baca 1 Yohanes 3:18, "Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau lidah, tetapi dengan perbuatan..." Banyak sekali orang yang mengkhotbakan dan mengajari apa arti KASIH, tetapi mencari seseorang yang berbuat kasih atau melakukan sesuatu dengan dasar kasih yang tulus dan tanpa pamrih itu tidak mudah. Ketika tuan kita adalah UANG, maka segala sesuatu dinilai & diukur dari "nominal uang". Ketika obsesi kita adalah jabatan & posisi, maka dalam bertindak, jarang ditemukan ketulusan. Di rumah tangga pun sekarang banyak perselisihan dan pertengkaran. Suami melawan istri, Istri melawan suami, anak-anak melawan orang tua, dan sebagainya. Gereja yang seharusnya menjadi tempat doa dari segala kegaduhan duniawi, tapi sekarang sering menjadi arena pertandingan dari berbagai pihak. Lalu dimanakah kasih itu? Jangan lihat orang lain! Marilah kita introspeksi diri kita lebih dahulu. Apakah aku memiliki KASIH di dalam pikiran, perka...

Saling Mendoakan

(kejadiaan 36-37) pasal 36 seluruh berisi keturunan Esau yg menjadi raja Edom .pasal 37 berisi kisah Yusuf.Yusuf sangat dikasihi Yakub, dibuatnya jubah yg indah(3).maka irilah saudara yg lain (4)suatu saat Yusuf bermimpi yg membuat saudaranya dan ayahnya (5-10)karena kedekatan Yusuf dng ayahnya serta mimpinya membuat saudaranya berencana membunuhnya. Yusuf dimasukkan ke dalam sumur dan menjual Yusuf kp orang Ismael(28) kemudiaan mereka mengambil jubah Yusuf mencelupkan ke darah binatang  lalu dibawanya ke Yakub dgn pesan Yusuf di makan binatang buas dan Yusuf berkabung untuk itu (31-35) Adapun Yusuf di jual ke Mesir kepada Potifar pegawai Firaun. dari perikop ini kita belajar ; 1. sikap membedakan anak berakibat fatal seperti Yakub lebih mengasi Yusuf dibanding yg lainya akibatnya dpt saling membenci dan membunuh sesama anggota keluarga. 2.Kebenciaan yg ditanam akan menunggu waktu untuk melakukan kejahatan spt saudara Yusuf menunggu untuk menghabisi Yusuf. 3.sebuah visi (mi...

Ketika...

KETIKA... Aku ingin hidup KAYA.. Aku lupa, bahwa HIDUP itu sendiri adalah sebuah KEKAYAAN. KETIKA... Aku takut MEMBERI.. Aku lupa, bahwa SEMUA yang aku miliki juga adalah PEMBERIAN. KETIKA... Aku ingin jadi yang TERKUAT... Aku lupa, bahwa dalam KELEMAHAN.... Tuhan memberikan aku KEKUATAN. KETIKA... Aku takut RUGI... Aku lupa, bahwa HIDUPKU... Adalah sebuah KEBERUNTUNGAN, karena Anugerah-NYA. Ternyata hidup ini sangat indah... ketika kita selalu BERSYUKUR kepada-NYA BUKAN... karena hari ini INDAH kita BAHAGIA... Tetapi karena kita BAHAGIA... maka hari ini menjadi INDAH. BUKAN... karena tak ada RINTANGAN kita menjadi OPTIMIS... Tetapi karena kita OPTIMIS... RINTANGAN akan menjadi tak terasa. BUKAN... karena MUDAH kita YAKIN BISA... Tetapi karena kita YAKIN BISA... semuanya menjadi MUDAH. BUKAN... karena semua BAIK kita TERSENYUM... Tetapi karena kita TERSENYUM.. maka semua menjadi BAIK. Tak ada hari yang MENYULITKAN kita, kecuali kita SENDIRI yang membuat SULIT. BILA... kita tidak dapat ...

Hati-Hati Dengan kesibukan

"Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh krn apa? demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yg tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-2 sibuk dengan urusan rumahnya sendiri." (Hagai 1:9). Ketika kita semakin sibuk, berhati-hatilah karena kesibukan akan mengguras hal-hal penting lain di hidup kita; seperti bersosialisasi, kepedulian terhadap keluarga, kesehatan pribadi, bahkan kedekatan kita kepada Tuhan. Perlambat kecepatan; lihatlah kembali ke kiri, ke kanan, banyak hal yang perlu mendapat perhatian kita. Jangan biarkan kesibukan mengendalikan kita, kitalah yang harus mengendalikan kesibukan. Tuhan memberkati