Langsung ke konten utama

Kenosis

Shallom..

Lalu Yesus berkata kpd murid2Nya : "Setiap org yg mau mengikut Aku, ia harus MENYANGKAL DIRINYA, memikul salibnya dan mengikut Aku."
Matius 16:24

Apa yg dimaksud dgn menyangkal diri?

Menyangkal bisa diartikan "tidak mengindahkan", "tdk memberikan respons".

"Menyangkal diri" artinya tdk mengindahkan diri, tdk lagi memikirkan kepentingan sendiri, mengosongkan diri, "KENOSIS".

Menyangkal diri bisa dikatakan kita berani berkata tidak utk "perbuatan tertentu" yg dulunya kita tdk dpt menolaknya, padahal perbuatan itu kita sangat sukai.

Seseorang memberikan pernyataan demikian ;

Manusia pertama : Tdk dpt berbuat dosa.

Setelah kejatuhan : Tdk dpt tdk berbuat dosa.

Jaman Anugerah/saat ini : Dapatkah kita tdk berbuat dosa?

Hidup didalam penyangkalan diri berarti hidup yg ada perobahan nyata.

Mengingat kembali masa lalu, rasanya kita malu kalau saat ini kita boleh bersama dgn Tuhan.

Orang yg menyangkal diri harus meninggalkan masa lalunya.

Simak apa kata Paulus berikut ini :

"Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia drpd semuanya. Oleh karena Dialah aku tlh melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, spy aku memperoleh Kristus."
Filipi 3:8

Renungkan dan jadilah bijak.

Selamat beraktifitas, tetap semangat dan salam sukses.

Tuhan Yesus memberkati!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEBANGUNAN ROHANI YANG SEJATI

    Istilah KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani) sudah menjadi istilah yang begitu akrab ditelinga orang Kristen dari berbagai denominasi dan organisasi. Istilah ini muncul dan menjadi ciri khas dari gereja-gereja beraliran Pentakosta dan Kharismatik sejak tahun 70-an dan menjadi istilah yang akrab sekitar tahun 1990-an hingga kini. Karakteristik ibadah-ibadah dalam KKR meliputi khotbah yang ringan dan impresif, penyembuhan massal, pujian dan penyembahan, ibadah yang tidak terikat liturgi, pembahasan mengenai kuasa Yesus, pengusiran roh-roh jahat, pengurapan dengan minyak, kotbah perihal akhir zaman dan kekudusan, bahkan ajaran perihal Teologi Sukses atau Teologi Kemakmuran yang biasa disebut Teologi Anak Raja. Namun demikian apakah hakikat Kebangunan Rohani itu? Benarkah kebaktian-kebaktian KKR yang merebak sekitar tahun 1990-an hingga sekarang merupakan kebangunan rohani yang sejati? Sebelum kita membahas pertanyaan-pertanyaan tersebut, ki...

Telah Kudengar Doa dan Permohonanmu

Renungan minggu ini menggambarkan bagaimana suasana hati raja Salomo yang penuh dengan kebahagiaan,sukacita karena keberhasilannya menyelesaikan mendirikan rumah Tuhan dan istana raja. wajarlah dia bahagia karena untuk mewujudkan hal tersebut raja Salomo membutuhkan waktu bertahun-tahun lamanya,membutuhkan biaya yang cukup besar,membutuhlan waktu dan tenaga yang cukup besar. Di sela-sela kebahagiaannya itu,Tuhan menampakkan diri kepadanya untuk kedua kalinya. Pesan Tuhan kepadanya ialah untuk menegaskan bahwa semua doa dan permohonannya sudah dijawab oleh Tuhan. Apa saja doa dan permohonan raja salomo dalam perikop ini? 1. Menguduskan Rumah Tuhan Kekudusan rumah Tuhan itu terletak pada kehadiran Tuhan di dalam rumah Tuhan (gereja), ada kemuliaan Tuhan yang menyelimuti rumah ibadah tersebut. Oleh karena itu kita harus menjaga kekudusannya. Suatu kali Tuhan Yesus pernah marah karena rumah-Nya dijadikan pasar dan tempat sarang penyamun/penjahat. Dalam amarah-Nya Ia mengatakan "ada ...

Alat Musik : Tuan atau Hamba ?

Nas: Mazmur 150 Pada masa kini, alat musik dan sistem suara sangat canggih. Karenanya, puji-pujian berlangsung dengan semarak dan agung. Pemazmur mengingatkan bahwa seluruh makhluk hidup dapat menjadi "alat musik" untuk memuliakan Allah. Pujian kepada Allah harus dimulai dari diri sendiri. Kita memuji dia tempat kudus-Nya yang adalah Bait Allah. Namun bukan hanya dalam Bait Allah tetapi juga dalam diri kita karena, "atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!" (I Kor. 6:19-20). Kemudian kita memuliakan Dia dalam Cakrawala-Nya yang kuat, yang berarti memuji Dia di tempat kediaman kemuliaan-Nya, yaitu langit tertinggi yang pararel dengan surga. Pemazmur memaparkan alasan memuji Dia yaitu karena Keperkasaan-Nya dan Kebesaran-Nya. Kata ...