Langsung ke konten utama

IMAN PERLU DIUJI

Shallom,

"Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sdh lewat, karena ia menganggap Dia, yg memberikan janji itu setia."
Ibrani 11:11

Iman Nuh diuji saat ia diminta Tuhan membangun bahtera ditengah musim panas.

Orang2 yanb melihatnya menganggapnya gila.

Nuh tetap mengerjakan bahtera itu hingga selesai.

Bahtera yg ia bangun itu akhirnya menyelamatkan keluarganya.
NUH DIMULIAKAN.

Iman Ayub diuji ketika ia harus mengalami penderitaan yg luar biasa.

Sepuluh anaknya mati dalam sehari, harta bendanya habis pada hari berikutnya.
Kesehatannya yg merupakan modal hidupnya amblas disapu penyakit busuk dari kepala hingga telapak kakinya.

Menghadapi ujian iman yg sangat berat itu, Ayub tetap beriman kepada Tuhan.

Ayub sadar semua itu merupakan UJIAN IMAN yg harus dihadapinya.

Ayub sangat percaya bahwa Tuhan tahu apa yg menimpanya, jalan hidupnya.

Setelah ia berhasil melewati ujian imannya, TUHAN MEMULIAKAN AYUBdengan memberkatinya lebih dari sebelumnya.

Abraham juga DIUJI IMANNYA.

Setelah menunggu hampir 25 tahun, Tuhan baru menepati janjiNya dengan lahirnya Ishak dihari tuanya.

Namun Ishak, anak satu-satunya kembali diminta Allah untuk dijadikan korban persembahan.

Abraham taat dlm UJIAN IMAN ini, akhirnya ia mendapat KEMULIAAN ALLAH, sebagai BAPA ORANG BERIMAN.

IMAN TANPA UJIAN ADALAH IMAN YANG MATI.

Jalanilah ziarah iman saudara dengan tekun

tetap semangat dan tangguh dalam menghadapi berbagai ujian hidup

Tuhan Yesus memberkati !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEBANGUNAN ROHANI YANG SEJATI

    Istilah KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani) sudah menjadi istilah yang begitu akrab ditelinga orang Kristen dari berbagai denominasi dan organisasi. Istilah ini muncul dan menjadi ciri khas dari gereja-gereja beraliran Pentakosta dan Kharismatik sejak tahun 70-an dan menjadi istilah yang akrab sekitar tahun 1990-an hingga kini. Karakteristik ibadah-ibadah dalam KKR meliputi khotbah yang ringan dan impresif, penyembuhan massal, pujian dan penyembahan, ibadah yang tidak terikat liturgi, pembahasan mengenai kuasa Yesus, pengusiran roh-roh jahat, pengurapan dengan minyak, kotbah perihal akhir zaman dan kekudusan, bahkan ajaran perihal Teologi Sukses atau Teologi Kemakmuran yang biasa disebut Teologi Anak Raja. Namun demikian apakah hakikat Kebangunan Rohani itu? Benarkah kebaktian-kebaktian KKR yang merebak sekitar tahun 1990-an hingga sekarang merupakan kebangunan rohani yang sejati? Sebelum kita membahas pertanyaan-pertanyaan tersebut, ki...

Telah Kudengar Doa dan Permohonanmu

Renungan minggu ini menggambarkan bagaimana suasana hati raja Salomo yang penuh dengan kebahagiaan,sukacita karena keberhasilannya menyelesaikan mendirikan rumah Tuhan dan istana raja. wajarlah dia bahagia karena untuk mewujudkan hal tersebut raja Salomo membutuhkan waktu bertahun-tahun lamanya,membutuhkan biaya yang cukup besar,membutuhlan waktu dan tenaga yang cukup besar. Di sela-sela kebahagiaannya itu,Tuhan menampakkan diri kepadanya untuk kedua kalinya. Pesan Tuhan kepadanya ialah untuk menegaskan bahwa semua doa dan permohonannya sudah dijawab oleh Tuhan. Apa saja doa dan permohonan raja salomo dalam perikop ini? 1. Menguduskan Rumah Tuhan Kekudusan rumah Tuhan itu terletak pada kehadiran Tuhan di dalam rumah Tuhan (gereja), ada kemuliaan Tuhan yang menyelimuti rumah ibadah tersebut. Oleh karena itu kita harus menjaga kekudusannya. Suatu kali Tuhan Yesus pernah marah karena rumah-Nya dijadikan pasar dan tempat sarang penyamun/penjahat. Dalam amarah-Nya Ia mengatakan "ada ...

Alat Musik : Tuan atau Hamba ?

Nas: Mazmur 150 Pada masa kini, alat musik dan sistem suara sangat canggih. Karenanya, puji-pujian berlangsung dengan semarak dan agung. Pemazmur mengingatkan bahwa seluruh makhluk hidup dapat menjadi "alat musik" untuk memuliakan Allah. Pujian kepada Allah harus dimulai dari diri sendiri. Kita memuji dia tempat kudus-Nya yang adalah Bait Allah. Namun bukan hanya dalam Bait Allah tetapi juga dalam diri kita karena, "atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!" (I Kor. 6:19-20). Kemudian kita memuliakan Dia dalam Cakrawala-Nya yang kuat, yang berarti memuji Dia di tempat kediaman kemuliaan-Nya, yaitu langit tertinggi yang pararel dengan surga. Pemazmur memaparkan alasan memuji Dia yaitu karena Keperkasaan-Nya dan Kebesaran-Nya. Kata ...