Langsung ke konten utama

Postingan

MENYALIBKAN DOSA

BACAAN : LUKAS 23 :26-32 NATS : YESUS BERPALING KEPADA MEREKA DAN BERKATA :"HAI PUTRI-PUTRI YERUSALEM, JANGANLAH KAMU MENANGISI AKU, MELAINKAN TANGISILAH DIRIMU SENDIRI DAN ANAK-ANAKMU! "      ( LUKAS 23 : 28 ) Menurut tanggalan gereja,  hari ini rabu 1 maret 2017, adalah RABU ABU 40 hari sblm PASKAH. RABU ABU ini menandai di mulainya masa PRAPASKAH. Menjelang paskah biasanya jemaat gereja Tuhan sibuk dgn berbagai persiapan perayaan termasuk latihan drama tentang penyaliban Yesus yg catatannya kita baca hari ini. Sambil berlatih para jemaat  membayangkan kondisi Yesus saat itu. Setelah pergumulan rohani berat di Getsemani tanpa tidur sedikit pun,  setelah semua penderitaan fisik dan mental di depan pengadilan,  tentulah tubuh yg penuh luka-luka itu lelah dan lemah,  krn itu Yesus tdk kuat memikul SALIB-NYA,  dan simon dari Kirene membantu. Isak tangis para pengikut Yesus mengiringi PERJALANAN-NYA menuju BUKIT TENGKORAK. yang mengejutkan,  Yesus menegur mrk...

MENGAPA ORANG BAIK SERING TERSAKITI ?

~Karena orang baik selalu mendahulukan orang lain. Dalam ruang kebahagiaannya, ia tak menyediakan untuk dirinya sendiri, kecuali hanya *sedikit*. *MENGAPA ORANG BAIK KERAP TERTIPU* ? ~Karena orang baik selalu memandang orang lain tulus seperti dirinya. Ia tak *menyisakan sedikit pun prasangka* bahwa orang yg ia pandang penyayang mampu mengkhianatinya. *MENGAPA ORANG BAIK ACAPKALI DIHINA* ? ~Karena orang baik tak pernah *diberi kesempatan membela dirinya*. Ia hanya *harus menerima*, meski bukan dia yg *memulai perkara*. *MENGAPA ORANG BAIK SERING MENETESKAN AIR MATA* ? ~Karena orang baik tak ingin membagi kesedihannya. Ia terbiasa mengobati sendiri lukanya, dan percaya bahwa suatu hari *Allah kan mengganti kesedihannya*. *MENGAPA ORANG BAIK TAK PERNAH MEMBENCI YANG MELUKAINYA* ? ~Karena orang baik selalu memandang bahwa di atas semua, Allah-lah hakikatnya. *Jika Allah menuntunnya*, bagaimana ia akan *mendebat kehendak-Nya*? Itu sebabnya orang baik tak *memiliki lemar...

Sidang Sinode Majelis Daerah VII 2017

Rabu,18 Januari yang lalu telah berlangsung sidang sinode MD VII di GIA pegangsaan.diawali dgn makan malam bersama setelah itu dilanjutkan dgn Laporan pertanggung jawaban kegiatan yg dilaksanakan dari Periode 2013 s.d 2016. masa jabat Pengurus periode tersebut telah berakhir dan terpilihlah Hamba Tuhan untuk periode 2017-2021 , Pdt.Gunawan Hartono (Ketua), Pdt Stefen Suliyo (sekretaris)

DAMAI YANG SEJATI

✝ Santapan Harian ✝ Zakharia 9:1-10 Semua orang merindukan damai. Hal itulah yang mendorong mereka mengerahkan semua potensi untuk menciptakan damai. Terkadang kita terlalu menaruh harapan kepada tokoh-tokoh manusia untuk mendapatkan kedamaian. Namun sejarah mencatat bahwa kedamaian justru semakin menjauh. Mengapa demikian? Damai sejati mustahil bisa terwujud hanya dengan usaha manusia. Itulah pengalaman Israel dan bangsa-bangsa di sekitarnya. Mereka memiliki hikmat yang tinggi, ekonomi yang mapan, dan kekuatan militer yang tangguh. Namun hal tersebut tidak membuat mereka mampu hidup dalam kedamaian satu sama lainnya. Yang ada malah perang untuk saling menindas dan membinasakan. Damai sejati dimulai dengan relasi yang benar dengan Tuhan dan mewujud di antara sesama manusia. Bangsa Aram, Fenisia, dan Filistin yang kota-kotanya disebut di perikop ini ada dalam relasi yang buruk dengan Tuhan. Mereka ada di bawah bayang-bayang murka Allah. Mengapa? Salah satunya adalah karena merek...

Pikirkanlah Perkara Sorgawi

Shallom dan selamat pagi, "Kita teringat kepada ikan yg kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa2, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih." Bilangan 11:5 Banyak orang Kristen yg pikirannya seperti bangsa Israel yg kita baca diatas. Bangsa Israel tidak pernah menyadari bahwa mereka telah dibebaskan dari perbudakkan yg sangat menyiksa mereka di Mesir. Pada saat kelaparan menyerang mereka, maka reaksi mereka adalah marah2 dan memilih utk kembali ke Mesir, ke kehidupan yg lama. Kehidupan di Mesir dihubungkan dengan hidup kita sekarang artinya kita lebih memilih hidup diperbudak cengkraman iblis. Kenikmatan duniawi dan segala kepentingan lahiriah saja, itu yg kita cari. Ketika kita hanya mengejar apa yg kita inginkan dan mencoba meraih semua kenikmatan, maka itu artinya hidup kita sedang diperbudak oleh daging. Tuhan ingin kita melepaskan Mesir, tinggalkan Mesir karena hidup menurut daging dan hawa nafsunya akan membawa kita ke...

GERAKAN MASSA

Nas: Matius 27:20-26 Pada masa pemerintahan Pol Pot di Kamboja, pernah terjadi eksekusi sadis terhadap sepasang remaja di sebuah desa. Seorang pria bercerita tentang bagaimana semua orang, termasuk dirinya, saat itu bersorak menyemangati para algojo. Bertahun-tahun kemudian, ia heran bagaimana mereka bisa dengan mudah digerakkan untuk berbuat demikian. Apalagi mengingat pemuda-pemudi itu kerabat mereka sendiri, dan "kesalahan" mereka adalah saling mencintai tanpa restu dari pejabat setempat! Kisah ini mengingatkan saya akan orang banyak yang menuntut hukuman mati bagi Yesus. Di antara orang banyak itu pasti ada yang tidak mengenal Yesus secara langsung, sebagian lagi bahkan mungkin ikut mengelu-elukan Yesus beberapa hari sebelumnya (Mat. 21). Secara umum mereka tidak punya alasan untuk menuntut hukuman mati itu. Tetapi, para pemimpin agama menggerakkan massa ini sedemikian rupa sehingga bukan saja mereka menjadi irasional dengan meminta eksekusi salib, mereka siap menan...

Alat Musik : Tuan atau Hamba ?

Nas: Mazmur 150 Pada masa kini, alat musik dan sistem suara sangat canggih. Karenanya, puji-pujian berlangsung dengan semarak dan agung. Pemazmur mengingatkan bahwa seluruh makhluk hidup dapat menjadi "alat musik" untuk memuliakan Allah. Pujian kepada Allah harus dimulai dari diri sendiri. Kita memuji dia tempat kudus-Nya yang adalah Bait Allah. Namun bukan hanya dalam Bait Allah tetapi juga dalam diri kita karena, "atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!" (I Kor. 6:19-20). Kemudian kita memuliakan Dia dalam Cakrawala-Nya yang kuat, yang berarti memuji Dia di tempat kediaman kemuliaan-Nya, yaitu langit tertinggi yang pararel dengan surga. Pemazmur memaparkan alasan memuji Dia yaitu karena Keperkasaan-Nya dan Kebesaran-Nya. Kata ...